Showing posts with label Pantangan. Show all posts
Showing posts with label Pantangan. Show all posts

Sunday, September 26, 2021

Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami

7 Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami, Mudah Dipraktikkan

20/09/2021, 17:09 WIB 


Perut buncit tak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan. Seperti dikutip Kompas.com (17/09/2021) dari Healthline, ada dua jenis lemak tubuh yang utama, yakni lemak viseral dan subkutan. 

Viseral mengacu pada lemak yang mengelilingi hati dan organ lainnya di perut. Memiliki kadar lemak viseral yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, seperti sindrom metabolik, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan jenis kanker tertentu. 

Mengecilkan perut buncit karena timbunan lemak viseral memang sulit dilakukan. Namun, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai cara mengecilkan perut buncit. 

Banyak orang menginginkan hasil instan, termasuk dalam hal menurunkan berat badan dan mengecilkan perut buncit. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. 

Melansir Insider, diet dan tren yang mengklaim cara mengecilkan perut buncit dalam beberapa hari sangatlah tidak realistis dan tidak sehat. Dalam konteks olahraga, olahraga perut bisa membantu membentuk otot perut. 

Tapi, kita tetap perlu mendukungnya dengan strategi penurunan berat badan secara keseluruhan untuk bisa mengecilkan perut buncit secara signifikan. Jadi, cara mengecilkan perut buncit adalah dengan mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan. 

"Cara mengecilkan perut buncit yang terbaik adalah menerapkan pola hidup seimbang, mengonsumsi makanan bernutrisi, dan mengelola tingkat stres," ucap pelatih kebugaran tersertifikasi NASM sekaligus pelatih nutrisi, Maricris Lapaix. 

Cara mengecilkan perut buncit Melansir Medical News Today, sejumlah cara mengecilkan perut buncit yang dapat kita terapkan di keseharian antara lain: 

1. Mengonsumsi makanan rendah kalori 

Salah satu cara mengecilkan perut buncit yang paling efektif adalah makan lebih sedikit kalori daripada yang dibakar tubuh. Strategi ini sebetulnya ditujukan untuk menghilangkan lemak tubuh secara keseluruhan. 

Dengan menghilangkan lemak tubuh, kita juga bisa mengupayakan hilangnnya lemak perut. Makan lebih sedikit kalori daripada yang digunakan tubuh membuat kita menciptakan defisit kalori. Defisit kalori membantu membakar lemak viseral dan subkutan berlebih. 

Pilihlah makanan padat nutrisi. Artinya, memiliki kalori rendah tetapi mengandung nutrisi berlimpah. Beberapa contoh makanan padat nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan gandum utuh. 

Cara mengolah makanan juga menentukan jumlah kalori yang kita asup. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng dengan banyak minyak dan pilihlah opsi pengolahan makanan yang lebih sehat, seperti dipanggang atau direbus. 


2. Kurangi minuman manis 

Konsumsi gula berlebih juga menjadi salah satu penyebab kenaikan berat badan dan perut buncit. Asupan gula yang tinggi dapat meningkatkan lemak viseral dengan meningkatkan resistensi insulin dan memicu peradangan di seluruh tubuh. 

Kita sangat mungkin mengonsumsi gula berlebih melalui minuman, bahkan tanpa menyadarinya. Jadi, ketika minum, pastikan memeriksa kandungan gula dari minuman yang kita asup, misalnya soda, teh manis, dan kopi. 

Bagi kebanyakan orang, mengeliminasi gula dari minuman yang mereka konsumsi dapat sangat membantu menurunkan konsumsi gula secara keseluruhan. Ini tentunya menjadi bagian penting dalam cara mengecilkan perut buncit untuk jangka panjang. 


3. Mengurangi asupan karbohidrat olahan 

Karbohidrat olahan memiliki nilai gizi yang rendah tetapi tinggi kalori. Beberapa contoh sumber karbohidrat olahan seperti roti putih, biji-bijian olahan, serta makanan dan minuman manis. Penelitian juga mengaitkan konsumsi karbohidrat olahan dengan pengembangan lemak perut. 

Jadi, sebagai cara mengecilkan perut buncit, cobalah mengganti karbohidrat olahan dengan karbohidrat kompleks, seperti terkandung dalam buah-buahan, sayuran, dan makanan gandum. 


4. Perbanyak konsumsi sayur dan buah 

Sayur dan buah dapat menyediakan karbohidrat kompleks yang sangat sehat dan rendah kalori sebagai alternatif karbohidrat olahan. Sayur dan buah juga tinggi serat. Menurut penelitian, serat dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2, kondisi yang berkaitan dengna akumulasi lemak viseral dan kelebihan berat badan. 

Tak hanya itu, serat juga bisa membantu meregulasi gula darah. 


5. Pilih protein tanpa lemak 

Konsumsi sumber protein tanpa lemak juga bisa menjadi salah satu cara mengecilkan perut buncit. Beberapa sumber protein tanpa lemak termasuk kacang-kacangan, legume, dan daging tanpa lemak. Menambah sumber protein tanpa lemak ke dalam pola diet harian kita juga bisa membantu lebih cepat kenyang, sehingga kita tidak akan mudah kelaparan atau meraih camilan tidak sehat. 

Selain itu, sumber protein tanpa lemak juga membantu mengeliminasi konsumsi daging berlemak, seperti daging sapi dan daging olahan. 


6. Konsumsi lemak sehat 

Tak semua lemak jahat. Kita masih membutuhkan lemak sehat. Namun, tidak semua sumber lemak sama. Lemak jenuh dan lemak trans dapat membahayakan jantung dengan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

Sumber lemak jenuh dan lemak trans juga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan berkaitan erat dengan perkembangan lemak viseral. Sementara konsumsi lemak sehat dapat membantu mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan dan memiliki berbagai manfaat, sehingga dapat menjadi salah satu cara mengecilkan perut buncit. 

Beberapa makanan tinggi lemak yang sehat meliputi alpukat, biji chia, telur, kacang dan selai kacang, serta minyak zaitun. 


7. Olahraga rutin 

Jika sedang mencari cara mengecilkan perut buncit, kuncinya adalah pola hidup sehat secara keseluruhan, termasuk menerapkan olahraga rutin. Olahraga bisa membantu kita menurunkan berat badan di seluruh area tubuh, termasuk perut. Ingatlah bahwa menargetkan satu area tubuh saja tidak mungkin kita lakukan. 

Artinya, melakukan olahraga spesifik seperti crunch atau sit up saja tidak bakal bisa membantu mengecilkan perut buncit. Kita perlu menggabungkannya dengan olahraga lainnya. Hanya saja, olahraga perut memang bisa membantu memperkuat dan mengencangkan otot perut sehingga tampak lebih jelas. 

Pastikan mengurangi waktu duduk dan lebih banyak bergerak. Misalnya, dengan melakukan strategi berikut: Melakukan peregangan rutin setelah duduk cukup lama. Naik tangga daripada naik lift. Jalan kaki atau bersepeda alih-alih menggunakan kendaraan, terutama untuk jarak dekat. 

Menggunakan meja berdiri saat bekerja. Laman Healthline menyarankan untuk melakukan olahraga aerobik atau kardio sebagai cara untuk membakar kalori dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. 

Menurut sejumlah penelitian, kardio dapat secara efektif membantu mengecilkan perut buncit. Beberapa jenis olahraga kardio antara lain jalan kaki, lari, menggunakan sepeda statis, dan berenang. Untuk membakar lebih banyak kalori dan menjadi salah satu cara mengecilkan perut buncit yang lebih efektif, cobalah melakukan latihan intensif intensitas tinggi (HIIT). 

Sebab, sebuah penelitian di tahun 2011 menemukan bahwa HIIT dapat menghilangkan lemak perut lebih efektif daripada tipe olahraga lainnya. Gabungkan kardio dengan olahraga beban. Latihan kekuatan bisa membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan perut karena fokus membangun massa otot dan massa otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak. Latihan kekuatan juga meningkatkan kekuatan tulang dan otot kita.


Sumber :

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/09/20/170915520/7-cara-mengecilkan-perut-buncit-secara-alami-mudah-dipraktikkan?page=all.

Wednesday, August 4, 2021

Akibat Doyan Minuman Manis dan Rebahan

Waspadai Risiko Penyakit Akibat Doyan Minuman Manis dan Rebahan

Minuman manis memang terasa nikmat. Apalagi jika kita mengonsumsinya dalam kondisi dingin ketika cuaca sedang panas. Sayangnya, kebiasaan konsumsi minuman manis bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. 

Apalagi jika dipadukan dengan pola hidup kurang gerak dan banyak rebahan (sedentary). Belum lama ini, topik mengenai kebiasaan minum minuman manis juga menjadi perbincangan di media sosial Twitter melalui sebuah utas yang diunggah akun @afrkml. 

Banyak dari kita yang sebetulnya sudah menyadari risiko kesehatan di balik kebiasaan mengonsumsi sesuatu yang manis. Tapi, karena efeknya tak langsung terlihat, banyak yang mengabaikannya. "Efek kesehatan tersebut tidak langsung terlihat. 

Makan banyak hari ini besok langsung kejadian, enggak. Butuh waktu lama yang secara kronik atau bertahun-tahun," ungkap dr Raissa Edwina Djuanda, MGizi, SpGK kepada Kompas.com, Rabu (04/08/2021).   

Gejala baru dapat terlihat ketika kita sudah terkena penyakit tertentu akibat terlalu banyak minum minuman manis. Misalnya, seseorang yang terkena diabetes dapat mengalami gejala awal seperti banyak makan dan minum, serta banyak buang air kecil. 

Orang tersebut juga mungkin mudah sekali merasakan haus. "Jadi memang harus waspada kalau kita jadi gampang banget haus, minumnya jadi banyak banget, gampang lapar, ditambah buang air kecil juga banyak," tuturnya. 


Ancaman penyakit 

Kebiasaan minum minuman manis seiring waktu dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Menurut dokter yang berpraktik di MMC Hospital dan RSPI Puri Indah itu, obesitas dapat memicu sejumlah kondisi kesehatan lain, seperti diabetes, sindrom metabolik, perlemakan hati, kolesterol, obstruktif sleep apnea, hingga masalah kesehatan mental seperti depresi. 

Saat ini, banyak pula yang mengalami sindrom polikistik ovarium (PCOS) akibat kebiasaan minum minuman manis. Komplikasi obesitas juga dapat menyebabkan kondisi seperti asam urat, gangguan sendi, dan lainnya. 

"Jadi kalau sudah kena obesitas sebenarnya penyakit lain mengikuti," ungkap dokter yang juga berbagi konten seputar gizi lewat akun YouTube "Dokter Raissa Djuanda" itu. Raissa juga mengingatkan bahwa komplikasi obesitas juga bisa terjadi pada orang-orang di usia muda. 

Beberapa pasiennya bahkan berusia di bawah 17 tahun. "Saya menemukan beberapa kasus anak yang usianya di bawah 17 tahun beberapa di antaranya sudah mengalami hipertensi atau darah tinggi akibat kegemukan." 

"Jadi harus hati-hati karena dari anak saja ternyata sudah bisa mengalami komplikasi ini," tuturnya. 

Mengurangi kebiasaan minum minuman manis Minuman seperti boba atau es kopi susu dengan gula aren memang menyegarkan. Tapi, penting untuk diperhatikan agar kita tak mengonsumsi gula harian berlebih. 

Sebab, mengonsumsi sesuatu yang manis dapat menimbulkan kecanduan. Alih-alih berhasil mengontrolnya, porsi yang kita konsumsi malah bisa bertambah dari hari ke hari. Menurut Raissa, penting untuk berusaha membiasakan diri untuk tidak makan atau minuman manis. 

"Sifatnya gula ini adiktif. Jadi kalau kita sudah terbiasa pasti kita akan cari terus," ucapnya. Jika kita mengonsumsi minuman kemasan, pastikan melihat tabel gizi sebelum meminumnya. Pilihlah produk dengan kandungan gula yang lebih sedikit. 

Namun, di luar minuman kemasan, kita harus cermat menghitung gula yang kita asup. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), rekomendasi asupan gula harian sebaiknya tak lebih dari 50 gram atau empat sendok makan. 

Jika kita mengonsumsi minuman dengan dua sendok makan gula, maka pastikan di sisa hari itu kita tak mengonsumsi gula lebih dari dua sendok makan baik dari makanan maupun minuman. 

"Jadi dihitung saja. Misal sudah minum kopi dua sendok, artinya jatah harian hanya sisa dua sendok makan lagi. Itu mungkin sudah terpenuhi dari makanan dan minuman yang diasup selain kopi tadi." "Jadi, jangan ditambahkan yang manis-manis lainnya," kata Raissa.


Sumber:

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/05/105218820/waspadai-risiko-penyakit-akibat-doyan-minuman-manis-dan-rebahan?page=all#page2.

Monday, July 22, 2019

Es Krim & Gemuk


Apa Benar Makan Es Krim Bikin Gemuk?

Es krim yang dingin manis enak untuk ngemil. Karenanya banyak orang yang konsumsi terlalu banyak. Agar tetap terkontrol, ikuti aturan ini. Es krim secara umum terbuat dari campuran susu, gula dan krim. Dalam proses pembuatannya, es krim dicampurkan dengan beragam rasa ataupun potongan cokelat serta buah.

Menurut ahli gizi Jansen Ongko, MSc, RD, umumnya dalam 100 gram es krim vanilla mengandung sekitar 207 kalori, 11 gram lemak, dan 21 gram gula. Sedangkan es krim cokelat memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi yaitu sekitar 216 kalori, 11 gram lemak dan 25 gram gula.

Mengenai soal porsi. Berdasarkan AKG (Angka Kecukupan Gizi) tahun 2013 menyebutkan bahwa kebutuhan orang dewasa berkisar antara 2000 hingga 2700 kalori. Dimana konsumsi camilan sekitar 20 persen dari kebutuhan, artinya konsumsi camilan hanya boleh sekitar 400 sampai 540 kalori.

"Jika melihat dari nilai ini, maksimal konsumsi es krim orang dewasa adalah sebanyak 2 porsi per hari. Karena apabila berlebih, akan mengakibatkan kelebihan kalori," jelas Jansen kepada detikFood (11/11).

Sedangkan untuk remaja tidak terlalu berbeda dengan orang dewasa, yaitu 2000 hingga 2600 kalori. Sehingga maksimal remaja mengonsumsi es krim 2 porsi per hari.

Berbeda dengan anak-anak yang kebutuhannya hanya sekitar 1100-1800 kalori. Asupan camilan harian si kecil adalah 220-360 kalori, sehingga anak-anak disarankan untuk mengonsumsi es krim tidak lebih dari 1 porsi yaitu 100 gram setiap harinya.

Konsumsi es krim juga sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan. Menurut Jansen, peningkatan berat badan dapat terjadi karena asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak dibandingkan dengan asupan yang keluar.

Sehingga konsumsi es krim memang dapat mengakibatkan tubuh menjadi gemuk karena peningkatan berat badan, namun hal ini dapat terjadi jika konsumsinya berlebihan atau lebih dari kebutuhan harian yang dianjurkan.

Jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat, es krim dapat saja menjadi sumber protein yang baik. Es krim seringkali menimbulkan efek "ketagihan" sehingga seseorang tidak cukup hanya mengonsumsi sedikit es krim. Hal inilah yang menjadi penyebab tubuh menjadi gemuk.

Dalam hal memilih es krim, Jansen menyarankan agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi es krim, pilihlah es krim yang rendah gula dan lemak serta perhatikan kebersihan lingkungan tempat es krim dijual.


Sumber :
https://food.detik.com/info-sehat/d-3343844/apa-benar-makan-es-krim-bikin-gemuk

Tuesday, July 16, 2019

Kenali Kandungan Creamer


Yuk, Lebih Kenali Kandungan Creamer ‘Si Teman Kopi’!

Bagi beberapa penikmat kopi mungkin lebih senang menyeduh kopi hitam tanpa tambahan apapun. Alasannya, supaya kealamian rasa kopi tetap terjaga. Tapi bagaimana dengan Anda? Karena ada beberapa orang yang lebih senang menambahkan creamer pada kopi yang diseduhnya.

Semua sama-sama nikmat, kok, tergantung selera! Tetapi apakah Anda tahu kandungan dan bahan dasar creamer apa saja? Coba cek bungkus creamer yang biasa Anda gunakan dan lihat komposisi yang tertulis di sana. Berikut contohnya:

INGREDIENTS: CORN SYRUP SOLIDS, PARTIALLY HYDROGENATED VEGETABLE OIL. (MAY CONTAIN ONE OR MORE OF THE FOLLOWING OILS: SOYBEAN, CANOLA, SUNFLOWER, CORN, OR COTTONSEED). SODIUM CASEINATE (A MILK DERIVATIVE), DIPOTASSIUM PHOSPHATE CONTAINS 2% OR LESS OF MONO- AND DIGLYCERIDES SODIUM SILICIALUMINATE, SOY LECHITHIN ARTIFICAL FLAVOR, ARTIFICAL COLOR.

Pada daftar komposisi yang tertulis, bahan yang terletak di awal memiliki porsi paling banyak dan diikuti dengan bahan yang porsinya lebih kecil. Maka porsi paling banyak dari komposisi di atas adalah  corn syrup solids atau sirup jagung, yang juga merupakan sumber gula.

Jadi bagi Anda yang diabetes, mungkin Anda perlu mengucapkan selamat tinggal pada creamer yang biasa Anda konsumsi ini. Tapi hati-hati juga bagi Anda yang punya kolesterol tinggi, karena sirup jagung pada creamer tidak bisa diolah oleh organ lain dalam tubuh selain hati, sehingga  apabila  terakumulasi di hati ia dapat merusak sel hati dan juga dapat meningkatkan kadar trigliserida (jenis lemak utama yang mengalir di darah) Anda.

Selanjutnya adalah kandungan “partially hydrogenated soybean oil” yang bila diterjemahkan berarti kandungan lemak trans. Sekalipun label pada krimer mengatakan  “0 g” lemak trans,Anda perlu tahu bahwa regulasi mengatakan jika tiap saji hanya terkandung kurang dari 0.5 g lemak trans maka produsen dapat mengklaim produknya bebas lemak trans.

Padahal, selain berbahaya bagi jantung dan mengakibatkan diabetes, lemak trans juga dikaitkan dengan kanker, lho!. Hmm.. Bahan dasar creamer selanjutnya adalah sodium caseinate, yang merupakan protein susu. Jadi kurang tepat jika menyebutnya sebagai non-dairy creamer.

Jika kandungan protein susu yang terdapat di creamer ini tidak disebutkan secara langsung akan berbahaya bagi konsumen yang memiliki alergi susu karena dapat menimbulkan reaksi alergi, seperti gatal-gatal, bengkak, atau asma. Lalu bagaimana dengan kandungan creamer lainnya?

Mungkin istilahnya saja sudah bisa Anda tangkap sebagai bahan kimia, yang sebenarnya tidak penting bagi tubuh seperti pengawet dan pewarna. Setelah mengetahui kandungan creamer yang terdapat di dalamnya, sebaiknya mulai mengurangi penggunaannya sebagai ‘teman’ kopi Anda.

Bagi yang sudah terbiasa dengan creamer, bisa mulai menggantinya dengan susu asli (untuk yang tidak alergi), susu almond, atau santan yang juga tidak kalah gurih. Yuk, menikmati kopi dengan cara yang lebih menyehatkan!


Sumber :
https://www.guesehat.com/yuk-lebih-kenali-kandungan-creamer-si-teman-kopi

Krimer Penyebab Tumpukkan Lemak Perut


Biasa Menjadi Campuran Kopi, Krimer Ternyata Penyebab Tumpukkan Lemak Perut!

Pecinta minuman kopi pasti sudah tidak asing dengan krimer sebagai bahan tambahan saat menyeduh kopi. Krimer menambah kenikmatan pada setiap seduhan kopi dengan tekstur yang lebih kental. Kebanyakan Moms suka sekali menyeduh kopi untuk relaksasi dengan menambah krimer.

Sementara Moms juga galau pada perut buncit yang tak kunjung rata. Meski mungkin sudah melakukan aneka diet atau mencoba ramuan untuk membakar lemak perut. Tahu tidak, Moms, ternyata terus menerus mengonsumsi krimer dapat menumpuk lemak di perut.

Apalagi mengonsumsinya menggunakan kopi yang sudah ditambah gula atau menggunakan kopi instan. Secangkir kopi dengan gula atau kopi instan lalu ditambah krimer bisa meningkatkan kadar kalori.

Dilansir dari kompas.com campuran krimer seperti itu bisa mencapai kadar kalori hingga angka 800. Angka tersebut sudah hampir separuh dari kebutuhan kalori Moms sehari-hari hanya dengan satu minuman.

Sehingga kalau Moms dan Dads penggemar kopi plus krimer, bisa jadi sudah memasukkan kadar kalori berlebih dalam tubuh. Nah, hitung saja bila Moms dan Dads meminumnya setiap hari, dan celakanya tidak hanya satu cangkir.

Tak heran krimer menjadi penyebab tumpukkan lemak di perut. Tak hanya perut jadi besar, krimer yang dikonsumsi dengan jumlah banyak dapat memengaruhi kesehatan seperti obesitas, jantung dan stroke.

Tetapi sebenarnya Moms masih bisa dengan bebas mengonsumsi krimer karena ada dua jenis krimer yang perlu diketahui. Dairy-creamer dengan bahan yang mengandung olahan susu dan non-dairy creamer yang terbuat dari sirup jagung.

Jenis dairy-creamer adalah krimer yang biasa dikonsumsi sebagai campuran kopi dan penyebab penumpukkan lemak. Sementara non-dairy creamer lebih aman dan disarankan kepada Moms yang suka menikmati kopi dengan campurankrimer.

Sebab sirup jagung yang terkandung di dalamnya setara dengan gula dan nol kalori. Sehingga jenis krimer  tersebut aman dikonsumsi Moms yang sedang berusaha menurunkan berat badan atau mengeciilkan perut.

Maka sebelum minum kopi, pastikan Moms selalu memerhatikan bahan krimer yang akan dikonsumsi menambah lemak atau tidak.


Sumber :
https://nakita.grid.id/read/0228028/biasa-menjadi-campuran-kopi-krimer-ternyata-penyebab-tumpukkan-lemak-perut?page=all

Jauhi Teh Tarik Jika Ingin Cepat Kurus


Jauhi Teh Tarik Jika Ingin Cepat Kurus

Teh terbukti sangat efektif menurunkan berat badan, tapi manfaatnya akan hilang jika sudah dicampur susu dan menjadi teh tarik. Senyawa bermanfaat dalam teh akan diikat oleh protein susu, sehingga tidak mampu menghambat penyerapan lemak.

Khasiat teh untuk melangsingkan tubuh sudah banyak diketahui orang sehingga banyak yang memasukkannya dalam program diet. Teh hijau paling banyak mengandung epigallocatechin gallate, senyawa yang menghambat penyerapan lemak dan menurunkan kolesterol.

Selain teh hijau, hampir semua jenis teh mengandung 2 senyawa lain yang sama-sama berkhasiat menurunkan kolesterol dan mengurangi penyerapan lemak di usus. Keduanya adalah theaflavin dan thearubigin yang sudah terbukti mencegah obesitas yang dipicu oleh pola makan.

Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Jepang menunjukkan, kedua senyawa dalam teh tersebut mampu menjaga tubuh tetap langsing. Meski banyak makan makanan berlemak, penyerapannya di usus dihambat oleh senyawa tersebut sehingga tidak bikin gemuk.

Dr Hiroaki Yajima yang memimpin penelitian itu mengatakan, konsumsi teh secara rutin juga efektif menurunkan kadar kolesterol. Dampaknya, kesehatan jantung dan sistem peredaran darah lebih terjaga karena risiko penyumbatan pada pembuluh darah menjadi lebih kecil.

Namun penelitian itu juga mengungkap, penambahan susu ke dalam teh justru akan menetralisir manfaat tersebut. Dikutip dari Telegraph, Minggu (27/3/2011), protein yang terkandung dalam susu akan mengikat senyawa bekhasiat dalam teh sehingga tidak sanggup menghambat penyerapan lemak.

"Ketika berikatan dengan kompleks protein dalam susu, theaflavin dan thearubigin tidak bekerja. Artinya kita tidak akan mendapat manfaat apapun baik dari susu maupun teh," ungkap Dr Devajit Borthakur dari Tea Research Association mengomentari penelitian tersebut.

Campuran susu sering ditambahkan dalam teh untuk membuat beragam variasi penyajian teh, salah satunya teh tarik yang cukup populer di Asia Tenggara. Selain untuk mendapatkan citarasa yang unik, banyak yang menganggap kombinasi ini bisa memberikan manfaat teh dan susu sekaligus.

Para peneliti menyarankan, jika ingin mendapatkan manfaat teh yang dapat melangsingkan tubuh maka sebaiknya tidak diberi campuran apapun. Teh tawar lebih dianjurkan, karena penambahan gula hanya akan menambah ekstra kalori yang justru memicu kegemukan.


Sumber :
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1602235/jauhi-teh-tarik-jika-ingin-cepat-kurus

Monday, July 8, 2019

7 Makanan Penyebab Perut Buncit


Hindari 7 Makanan Penyebab Perut Buncit Berikut!

Cosmo tahu banget kalau salah satu hal yang paling menyebalkan sekaligus ditakuti oleh para wanita adalah perut buncit. Perut buncit sendiri ternyata tidak sekadar mengganggu penampilan kamu, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan lho! Bagi kamu yang ingin memiliki perut rata bak model Victoria's Secret, ada baiknya menghindari tujuh makanan ini ya, girls. Time to find out!

1. Junk Food
Meskipun punya banyak inovasi dan praktis bagi wanita urban, tetapi junk food bisa menjadi salah satu makanan yang bikin perut kamu buncit girls! Junk food sendiri umumnya diolah dengan cara deep fried sehingga memiliki kandungan minyak berlebih di dalamnya. Selain itu, junk food juga isinya berupa produk olahan yang minim serat sehingga membuat perut kamu buncit dan ususmu sulit mencernanya. Tak sampai di sana, junk food pun memengaruhi metabolisme dan kondisi perutmu secara keseluruhan. Kamu juga bisa dapat banyak manfaat jika berhenti makan junk food, lho!

2. Produk Dairy dan Susu 
Produk dairy dan susu memiliki kandungan laktosa yang berpotensi membuat perut kamu buncit. Di dalam laktosa terdapat enzim laktase, dan permasalahannya adalah semakin bertambahnya usia tubuh kita semakin sulit dalam menyerap laktase. Beberapa produk dairy dan susu juga mengandung tinggi lemak yang juga sulit dicerna tubuh sehingga perutmu buncit. Jadi bagi kamu yang suka dengan produk dairy dan susu tapi tidak ingin perutmu buncit, ini saatnya kamu beralih ke produk susu dari bahan nabati seperti susu almond atau susu kacang kedelai.

3. Potato Chips
Potato chips memang menjadi salah satu snack yang punya rasa lezat dan bikin kita ketagihan, girls. Tapi faktanya potato chips biasanya diolah dengan hydrogenated oils yang menyebabkan lemak jahat dalam tubuh. Lemak jahat tersebut pada akhirnya mampu menimbulkan kolesterol, serangan jantung, dan kelebihan lemak dalam tubuh. Sebagai opsi, kamu bisa mencoba pilihan yang lebih sehat untuk tubuhmu seperti potato chips yang diolah dengan cara dipanggang.

4. Jus Buah Olahan
Sebagian dari kita menganggap bahwa minum jus buah olahan dalam kemasan yang mudah ditemukan di supermarket sudah cukup memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh. Tetapi tanpa disadari bahwa jus buah olahan tersebut mengandung kadar gula yang tinggi. Dengan kondisi tersebut akhirnya memicu insulin dalam tubuh kamu dan membuat perut kamu buncit.

5. Makanan yang Mengandung Tinggi Tepung
Tak bisa dipungkiri juga girls, jika makanan yang mengandung tinggi tepung menjadi salah satu makanan berikutnya yang bisa membuat perut kamu buncit. Saatnya mengganti nasi putih dan makanan yang mengandung tepung berwarna putih seperti roti putih dengan alternatif brown rice atau roti gandum. Hal ini karena makanan dengan tepung yang berwarna putih jika dikonsumsi secara terus menerus bisa menjadi lemak pada perut dan membuat kamu buncit.

6. Soda
Beralih ke menu berikutnya yang wajib kamu hindari agar perutmu tidak buncit adalah soda. Biarpun minuman ini menyegarkan, tetapi soda mengandung gula tinggi dan membuat metabolisme dalam tubuhmu buruk. Akhirnya tubuh jadi sulit dalam mencerna makanan dan berakhir dengan perut yang buncit. Yuk, cari tahu lebih dalam lagi apa saja efek minum soda terhadap tubuhmu, girls!

7. Makanan dan Minuman Beralkohol
Alkohol mampu membuat perutmu buncit dan merasa bloating. Alkohol juga mengurangi kadar air dalam tubuh kamu, sehingga menimbulkan simpanan air dan gas yang berlebihan pada perut kamu. Nggak heran pada akhirnya perut kamu terasa buncit.


Sumber :
https://www.cosmopolitan.co.id/article/read/11/2018/14984/hindari-7-makanan-penyebab-perut-buncit-berikut

Manfaat Jalan Kaki

8 Manfaat Jalan Kaki di Pagi Hari untuk Kesehatan 23/09/2023 Berjalan kaki secara rutin sangat bermanfaat untuk kesehatan, seperti untuk men...

Related Posts