Showing posts with label Sepeda. Show all posts
Showing posts with label Sepeda. Show all posts

Sunday, December 25, 2022

Olahraga Perkuat Otot Bantu Tulang Tetap Sehat

Dokter Ortopedi: Olahraga Perkuat Otot Bantu Tulang Tetap Sehat

Menjaga kesehatan tulang dini penting dilakukan guna mencegah penyakit kronis jangka panjang, bahkan hingga masa penuaan terjadi.

Konsultan Bedah Ortopedi, Artiplasti & Olahraga Dato Badrul Shah Badaruddin dari ALTY Orthopaedic Hospital menganjurkan individu untuk berolahraga serta menjaga asupan nutrisi demi memastikan kesehatan tulang tetap baik. 

Badrul Shah juga menganjurkan individu untuk berolahraga serta menjaga asupan nutrisi demi memastikan kesehatan tulang tetap baik.

"Untuk memastikan kesehatan tulang yang baik, penting untuk sering berolahraga dan mejaga asupan nutrisi yang baik. Tanpa ini, sendi dan tulang belakang kita yang merupakan struktur penting dari tubuh kita bisa terpengaruh," ujar Badrul Shah dalam health talk di Jakarta, Kamis, 8 Desember 2022.

Dalam kesempatan yang sama, Kosultan Bedah Ortopedi, Tulang Belakang dan Trauma Dr Lim Sze Wei mengatakan, olahraga dapat memperkuat otot dan tulang. Menurut Lim, baik otot dan tulang saling terhubung.

"Exercise yang memperkuat otot akan membantu memperkuat tulang juga," ucapnya.

Badrul Shah menjelaskan, ada dua jenis olahraga yang dapat dilakukan individu secara cerdik. Pertama yakni olahraga kardio guna menyehatkan jantung sehingga bermanfaat bagi tubuh secara keseluruhan. 

"Olahraganya ada dua jenis ya. Satunya untuk seluruh badan, cardio. Olahraganya seperti jogging, swimming, cycling. Ini menyebabkan sirkulasi di dalam badan lebih bagus dan akhirnya jantung jadi lebih kuat," tutur Badrul Shah.  

Selain berolahraga, Badrul Shah pun mengingatkan agar individu menerapkan pola hidup seimbang antara menjaga asupan nutrisi dan beristirahat cukup. Ketiga hal tersebut penting guna memastikan individu memiliki tulang dan tubuh yang sehat. 

Sementara dari sisi ortopedi, Badrul Shah mengatakan ada bagian-bagian sendi yang bisa diperkuat dengan gerakan latihan tertentu. 

"Sendi bahu lain exercise-nya, sendi tulang belakang lain, sendi dengkul lain," ujar Badrul Shah. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu seperti misalnya mengalami pengapuran lutut, tidak disarankan untuk melakukan olahraga impact seperti jogging. Menurutnya, akan lebih baik jika individu tersebut berenang atau bersepeda. 

"Jadi kalau seseorang itu sakit dengkulnya karena pengapuran misalnya, tidak disarankan untuk melakukan olahraga yang ada impact seperti jogging, itu dikurangi. Lebih bagus swimming atau cycling," ucap Badrul Shah. 


Bagi Individu yang Sudah Ada Masalah di Lutut

Bagi individu yang sudah memiliki masalah di sendi lutut, Badrul Shah menyarankan untuk lebih dulu melakukan latihan yang memperkuat otot tersebut sebelum berolahraga kardio. 

"Sebelum yang olahraga untuk jantungnya harus kuatkan otot-otot di lutut seperti di kwardiseps, hamstring. Jadi itu lebih sesuai untuk orang yang ada pengapuran dengkulnya."

Dr Badrul Shah dan Dr Lim Sze Weidan mendorong lebih banyak individu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tulang agar dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal kondisi seperti radang sendi dan osteoporosis.


Periksa Kesehatan Tulang dengan ESAOTE

Guna mengetahui komposisi dan masalah tulang, ALTY memiliki sistem pencitraan canggih (imaging system) ESAOTE tilting MRI. Dengan metode tersebut, dokter dapat menganalisis keluhan atau gejala secara akurat sehingga pasien dapat ditangani secara tepat dan maksimal.

Pemeriksaan dengan ESAOTE dilakukan dengan cara memposisikan pasien berbaring terlentang atau berdiri dengan menahan beban, dan dapat berputar 0 hingga hampir 90 derajat.

Sepanjang tahun 2022, ALTY Orthopaedic Hospital berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan tulang melalui serangkaian kegiatan di Malaysia dan Indonesia, termasuk pemeriksaan postur tubuh di berbagai negara, bincang kesehatan, dan inisiatif keterlibatan publik.


Sumber :

https://www.liputan6.com/health/read/5151157/dokter-ortopedi-olahraga-perkuat-otot-bantu-tulang-tetap-sehat

Sunday, October 30, 2022

Olahraga Pagi untuk Menurunkan Berat Badan

8 Rekomendasi Olahraga Pagi untuk Menurunkan Berat Badan

Berolahraga di pagi hari mungkin bukan merupakan kegiatan yang paling disukai. Padahal sebenarnya, olahraga pagi bisa membantu tubuh untuk lebih siap dalam menghadapi semua kegiatan di hari tersebut. Tidak hanya itu saja, WebMD menjelaskan bahwa berolahraga di pagi hari juga bisa menurunkan berat badan lebih efektif, khususnya untuk wanita. 

Lakukan jenis olahraga pagi yang disarikan dari Healthline berikut ini untuk menurunkan berat badan dengan lebih efektif. 


1. Berjalan kaki 

Berjalan kaki adalah salah satu jenis olahraga yang mudah untuk dilakukan dan sangat cocok untuk pemula. Berjalan kaki selama 30 menit setiap 3 hingga 4 kali seminggu ternyata bisa membakar kalori lebih banyak dan mengurangi lemak tubuh serta lingkar pinggang. 

2. Jogging atau berlari 

Meskipun hampir sama, kecepatan antara jogging dan berlari sedikit berbeda. Namun, keduanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan jika dilakukan setidaknya 20 menit setiap 3 hingga 4 kali seminggu. Jogging atau berlari tidak perlu selalu dilakukan di ruang terbuka karena juga bisa dilakukan di treadmill dengan alas yang empuk sehingga lebih ramah untuk persendian. 

3. Bersepeda 

Bersepeda bisa meningkatkan kebugaran dan menurunkan berat badan. Dijelaskan juga bahwa bersepeda selama 30 menit dengan kecepatan menengah bisa membakar hingga 288 kalori. 

4. Angkat beban 

Selain bisa meningkatkan kekuatan, olahraga angkat beban bisa membakar 108 kalori per 30 menit. Bahkan, tubuh akan terus membakar kalori selama beberapa jam setelah melakukan olahraga angkat beban jika dibandingkan dengan olahraga aerobik. 

5. High intensity interval training (HIIT) 

HIIT merupakan jenis olahraga yang menggabungkan olahraga intens dengan waktu pemulihan. Biasanya, HIIT hanya berlangsung selama 10 hingga 30 menit dan sudah terbukti bisa membakar lebih banyak kalori sehingga bisa menurunkan berat badan lebih efektif. HIIT juga bisa dilakukan untuk membakar lemak perut sehingga bisa terhindar dari beberapa penyakit kronis. 

6. Berenang 

Berenang bisa menurunkan berat badan, namun gaya renang tertentu dinilai lebih efektif untuk membakar kalori, seperti gaya renang, seperti gaya dada, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya bebas. Selain bermanfaat untuk menurunkan berat badan, berenang juga disarankan sebagai salah satu jenis olahraga untuk mereka yang mengalami cedera atau nyeri sendi. 

7. Yoga 

Yoga tidak hanya berguna untuk menurunkan stres, tapi juga termasuk olahraga yang efektif menurunkan berat badan. Disebutkan bahwa melakukan yoga selama 30 menit bisa membakar hingga 144 kalori. 

8. Pilates 

Pilates bisa menurunkan berat badan meskipun tidak seefektif olahraga aerobik. Meskipun begitu, melakukan pilates selama 90 menit setiap 30 menit seminggu bisa mengurangi lingkar pinggang, perut, dan panggul.


Sumber :

https://health.kompas.com/read/2022/10/31/050000868/8-rekomendasi-olahraga-pagi-untuk-menurunkan-berat-badan?page=all#page2.

Sunday, November 14, 2021

4 Jenis Olahraga Saat Diet

4 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Diet


Agar diet berjalan dengan lancar, seseorang perlu menyeimbangi antara makan sehat dan olahraga. Olahraga merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Beberapa olahraga dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat karena mampu mempercepat proses metabolisme tubuh. Dengan metabolisme yang cepat, jumlah kalori yang terbakar juga akan semakin banyak, sehingga penurunan berat badan akan semakin cepat.

Perlu diketahui, diet disertai dengan berolahraga dapat memperbaiki mood, memperkuat tulang, dan mengurangi berbagai risiko penyakit kronis. Jenis olahraga memang sangatlah beragam.

Hanya saja, terdapat beberapa olahraga tertentu yang memiliki dampak untuk menurunkan berat badan saat diet. Saat sedang menjalankan program diet, pilihlah olahraga yang mampu membakar kalori dengan cepat.


1. Zumba

Zumba dilakukan dengan memadukan antara tarian serta olahraga. Olahraga ini sangat banyak membutuhkan tenaga yang mampu membakar kalori dalam jumlah besar. Pada umumnya, zumba dilakukan selama satu jam, olahraga ini mampu membakar 400 hingga 700 kalori.


2. Lari

Berlari sangat mudah dilakukan dan efektif dibanding olahraga lainnya. Berlari sejauh satu kilometer dapat membantu membakar 100 kalori. Lalu tambahan kilometer berikutnya dapat membakar kalori lebih banyak.


3. Tinju

Bertinju membutuhkan tenaga dan kekuatan dari seluruh tubuh. Olahraga ini dapat membakar sekitar 800-1000 kalori pada satu sesi yang jauh lebih tinggi dibanding olahraga lain. Selain itu, olahraga tinju juga mampu membakar lemak pada bagian bawah lengan.


4. Bersepeda

Saat diet, bersepeda juga tepat menjadi pilihan olahraga. Berseda dapat mengencangkan dan menggerakkan perut bagian bawah, cara ini berdampak pada seluruh tubuh yang membakar kalori dalam jumlah sangat tinggi.


Sumber :

https://www.liputan6.com/health/read/4679004/4-jenis-olahraga-yang-dapat-dilakukan-saat-diet

Wednesday, October 6, 2021

Kebiasaan Buruk Pemicu Perut Buncit

Hindari, 8 Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Perut Buncit 

26/09/2021


Perut buncit adalah penumpukan lemak di area perut yang bisa memicu diabetes, penyakit jantung dan juga kanker. Perut buncit lebih banyak menghinggapi laki-laki. Penumpukan lemak perut atau lemak visceral ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. 

Pada laki-laki yang menginjak usia 40 tahun, berkurangnya hormon testosteron membuat kalori makin menumpuk dan akhirnya disimpan di area perut. Selain faktor usia, stres juga bisa menjadi pemicu perut bunci. 

Ketika stres melanda, kebanyakan orang akan berlari ke makanan. Penumpukan kalori di pelarian stres ini juga akan disimpan di area perut menjadi lemak visceral. Selain dua hal tersebut, perut buncit juga bisa disebabkan oleh beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan hari demi hari.  

Berikut ini kebiasaan buruk yang bisa memicu perut buncit: 

1. Makan sambil melakukan kegiatan lain 

Mengonsumsi makanan berat atau kudapan sembari menonton film atau bermain ponsel bisa membuat Anda mengumpulkan banyak lemak visceral dan membuat perut jadi makin buncit. Ketika Anda memiliki pengalihan ketika makan, maka Anda tak akan fokus terhadap jumlah makanan yang telah Anda konsumsi. Akibatnya Anda akan makan secara berlebihan. 


2. Makan terlalu cepat 

Makan terlalu terburu-buru ternyata merupakan salah satu kebiasaan yang bikin gemuk. Dilansir dari WebMD, butuh sekitar 20 menit bagi otak menerima sinyal dari perut bahwa Anda sudah kenyang. Jadi ketika Anda makan terlalu cepat meski sudah dalam porsi banyak, otak tetap belum menerima sinyal bahwa perut Anda sudah kenyang. Akibatnya Anda akan terus makan dan makan, dan menumpuk lemak sehingga memicu perut buncit. 


3. Makan terlalu larut 

Sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk mengolah makanan yang masuk ke dalam perut. Ketika Anda makan terlalu larut, maka sistem pencernaan tak akan maksimal dalam menyerap makanan juga mengubahnya menjadi energi. Imbasnya, sisa kalori akan ditumpuk di area perut dan membuat perut buncit semakin besar. 


4. Kurang tidur 

Tidur terlalu kurang atau tidur terlalu lama, keduanya sama-sama bisa memicu tubuh menimbun lemak terlalu banyak dan berujung ke perut buncit. Dalam sebuah penelitian, dewasa di bawah 40 tahun yang memiliki waktu tidur kurang dari lima jam akan berpotensi memiliki perut buncit di usia 40 tahun ke atas. 


5. Mengonsumsi diet soda terlalu sering 

Banyak orang mengganti minuman soda biasa dengan minuman diet soda agar tak membahayakan kadar gula di dalam tubuh. Padahal menurut penelitian, pengganti gula dalam diet soda justru penyumbang besar bertambahnya lemak visceral di kasus perut buncit. 


6. Mengonsumsi makanan rendah lemak  

Jenis makanan rendah lemak atau fat free biasanya tinggi karbohidrat. Makanan tinggi karbohidrat bisa memicu trigliserida yang meningkatkan kesensitifan insulin sekaligus meningkatkan timbunan lemak di dalam perut. 


7. Merokok 

Nikotin di dalam rokok tak hanya membayakan paru-paru Anda, namun juga membahayakan perut Anda, memicu timbulnya perut buncit. Ketika Anda mengonsumsi nikotin terlalu banyak, maka akan semakin banyak pula sisa lemak yang tertimbun di area perut, pinggang juga paha. 


8. Kurang olah raga 

Tentu saja ini faktor utama penyumbang perut menjadi semakin buncit.  Usahakan meluangkan waktu 30 menit dalam sehari untuk berolah raga ringan dan perut buncit Anda akan semakin mengecil. Jika Anda bisa meminimalkan 8 kebiasaan buruk di atas, maka lemak visceral akan berkurang secara perlahan-lahan dan perut buncit bisa hilang.


Sumber :

https://www.kompas.com/tren/read/2021/09/26/134500765/hindari-8-kebiasaan-buruk-yang-bisa-memicu-perut-buncit?page=all.

Thursday, January 28, 2021

Bersepeda dan Perut Buncit

Apakah Bersepeda Efektif untuk Usir Perut Buncit

Selain mengurangi rasa percaya diri, berat badan berlebihan mengundang berbagai macam penyakit. Maka tak heran banyak orang melakukan segala cara untuk menurunkan berat badan, salah satunya dengan bersepeda. 

Namun, apakah bersepeda efektif untuk melunturkan lemak di area perut yang menjadi biang masalah perut buncit? 

Berikut Penjelasan Dokter Olahraga sepeda termasuk bagian dari olahraga kardio. Melansir Hello Sehat, olahraga kardio adalah olahraga untuk meningkatkan detak jantung, di mana jantung tersusun dari otot-otot. 

Jadi, olahraga kardio lebih berperan dalam menurunkan berat badan secara keseluruhan, bukan hanya fokus untuk menghilangkan lemak perut. Untuk membasmi lemak perut dibutuhkan olahraga lain yang lebih efektif dalam membakar lemak di perut, seperti sit up, side plank, low plak, circles in the sky, squat, dan olahraga lainnya yang lebih fokus ke otot perut. 

Riset dari Harvard menunjukkan bahwa olahraga kardio, seperti berlari, berenang, dan bersepeda bukan merupakan cara terbaik dalam menghilangkan lemak perut. Cara terbaik menghilangkan perut buncit Lalu, bagaimana cara efektif untuk membasmi perut buncit? 

Melansir laman WebMD ada empat faktor yang harus kita kendalikan untuk membasmi lemak di perut. Berikut faktor-faktor tersebut: 


1. Olahraga 

Rutin berolahraga membantu memangkas semua lemak di tubuh, termasuk lemak perut. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukanlah olahraga dengan intensitas sedang setidaknya 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. 

Kita bisa melakukan olahraga sederhana seperti jalan kaki namun dengan intensitas berjalan yang cepat sehingga tubuh mengeluarkan keringat dan detak jantung berpacu lebih cepat dari biasanya. Kuncinya adalah kita harus tetap aktif dengan berolahraga karena gaya hidup pasif hanya akan memicu penumpukan lemak perut. 


2. Terapkan pola makan sehat 

Konsumsi serat yang cukup sangat membantu dalam membakar lemak di area perut. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan 10 gram serat larut per hari membantu mencegah penumpukan lemak visceral dari waktu ke waktu. Bahkan, manfaat tersebut bisa kita dapatkan meski tanpa mengubah pola makan harian kita. 


3. Tidur yang cukup 

Riset membuktikan orang yang tidur 6 hingga 7 jam per malam mendapatkan lebih sedikit lemak visceral dibandingkan dengan orang yang tidur kurang dari lima jam per hari. Hal ini turut membuktikan bahwa tidur sangat berperan penting bagi kesehatan termasuk upaya penurunan berat badan kita. 


4. Stres 

Mengelola stres dapat membantu kita dalam mengecilkan perut buncit. Cobalah untuk bersantai dengan keluarga atau teman, bermeditasi, atau berolahraga santai untuk membuat kita tetap bahagia dan terhindar dari stres.


Sumber :

https://health.kompas.com/read/2020/02/13/060200268/apakah-bersepeda-efektif-untuk-usir-perut-buncit-?page=all.

Wednesday, December 16, 2020

Bersepeda atau lari

Bersepeda atau lari, mana yang lebih efektif turunkan berat badan?

Antara lari dan bersepeda memiliki perbedaan dalam membakar kalori lho.

30 / 06 / 2020

Brilio.net - Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat sudah mulai peduli terhadap kesehatan. Banyak dari mereka yang kini menjalani gaya hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan hingga melakukan olahraga.

Saat ini, sepeda menjadi olahraga yang lagi naik daun. Di mana pun bisa dilihat perkumpulan orang menggunakan sepeda. Saat melakukan olahraga, kunci utamanya adalah sesuaikan dengan kemampuan diri. Olahraga seperti bersepeda dan lari bisa jadi olahraga terbaik yang bisa dilakukan kapan saja.

Namun terkadang kita bertanya-tanya, antara lari dan bersepeda mana yang lebih baik untuk diri kita. Dilansir brilio.net dari Pinkvilla, Selasa (30/6) Secara umum, berlari membakar lebih banyak kalori daripada bersepeda karena menggunakan lebih banyak otot dan meningkatkan detak jantung. Namun, karena bersepeda tidak terlalu intens, kamu mungkin bisa melakukannya untuk waktu yang lebih lama.

Sementara itu, untuk kamu yang ingin mengencangkan otot, bersepeda bisa membantu kamu membangun otot di bagian bawah. Namun sebaliknya lari tidak membantu membangun otot tetapi ini dapat membantu kamu mengembangkan otot yang kencang.

Sementara itu, untuk menurunkan berat badan kamu bisa melakukan keduanya. Karena pada akhirnya penurunan berat badan adalah soal keseimbangan kalori. Di mana itu juga harus dikombinasikan dengan diet yang tepat.

Nah, untuk menjaga kesehatan jantung, bisa dengan olahraga aerobik yang dapat membantu memompa oksigen lebih efisien. Menurut para ahli, melakukan olahraga berat 5 jam seminggu sudah cukup untuk menjaga kesehatan jantung kamu.


Sumber :

https://www.brilio.net/olahraga/bersepeda-atau-lari-mana-yang-lebih-efektif-turunkan-berat-badan-2006303.html#

Pilih Olahraga Lari atau Sepeda?

Ingin Turunkan Berat Badan, Pilih Olahraga Lari atau Sepeda?

16 Juni 2019

Masyarakat urban saat ini mulai menyadari gaya hidup sehat dengan mengurangi berat badan. Caranya pun banyak. Misalnya dengan diet dan olahraga.

Apalagi, olahraga seperti lari, gym, hingga bersepeda saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang banyak diunggah di media sosial. Lantas jika tujuannya ingin membakar kalori, antara bersepeda dan berlari, manakah yang bisa cepat menurunkan berat badan?

Dilansir dari Live Strong, Minggu (16/6), keduanya bisa membakar kalori, meningkatkan kesehatan jantung, dan dapat disesuaikan dengan kantong. Bisa juga menggabungkan keduanya.

Secara umum, berlari dan bersepeda menurunkan jumlah kalori yang sama. Tetapi pengeluaran kalori yang tepat tergantung pada intensitas dan durasi latihan. Untuk meningkatkan jumlah itu, seseorang dapat menambah kecepatan, menambah tanjakan atau mencoba latihan interval, bergantian antara kecepatan dan periode pemulihan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan cara tepat berlari dan bersepeda jika ingin membakar 300 kalori. Apa pun caranya, asal dilakukan dengan niat yang konsisten.

Pertama, 30 menit berlari dengan kecepatan 5 mil per jam. Kedua, 30 menit bersepeda dengan kecepatan lebih dari 10 mil per jam. Ketiga, 20 menit berlari dengan kecepatan 8 mil per jam. Keempat, 60 menit bersepeda dengan kecepatan kurang dari 10 mil per jam.

Baik bersepeda maupun lari bisa menjadi bagian dari rencana penurunan berat badan yang sukses. Total kalori yang terbakar tergantung pada berbagai faktor, termasuk intensitas, waktu, dan jarak.

Latihan interval dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak. Ini bisa dimulai dari pemanasan lima menit, diikuti dengan satu menit bersepeda atau berlari cepat, kemudian dua menit pemulihan atau latihan intensitas rendah. Jika hal tersebut dilakukan dengan benar dan konsisten, maka rasakan hasil yang optimal.


Sumber :

https://www.jawapos.com/kesehatan/16/06/2019/ingin-turunkan-berat-badan-pilih-olahraga-lari-atau-sepeda/

Lari Vs Sepeda

Lari Vs Sepeda, Mana yang Lebih Baik? 

15/02/2019

Kamu mungkin memiliki teman atau anggota keluarga yang gemar mengikuti lomba maraton. Kamu juga mungkin saja memiliki kerabat yang sangat senang bersepeda. Atau, bisa juga salah satu dari olahraga tersebut adalah favoritmu. Lalu, dari keduanya mana yang sebetulnya lebih baik? 

Kamu memang tak perlu memilih salah satunya dan bisa melakukan keduanya. Sebab, jika kamu sedang ingin memulai rutinitas kardio, ada baiknya mengetahui mana jenis olahraga yang lebih baik dan cocok untukmu. 

Lari menggunakan lebih banyak otot, artinya lebih banyak pula pembakaran energi yang terjadi. Hal itu diungkapkan celebrity trainer tersertifikasi NASM sekaligus instruktur di Barry's Bootcamp, Astrid Swan. 

Meskipun lari dianggap banyak menggunakan kaki, namun otot inti dan bagian atas tubuh juga ikut bergerak. Lari mampu membakar sekitar 566-839 kalori setiap jamnya. Selain meningkatkan kesehatan jantung dan membakar kalori, lari juga bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. Swan mengatakan, lari memiliki manfaat jangka panjang. 

"Lari akan menimbulkan stres positif bagi tubuh dan mencegah osteoporosis." "Lari juga merupakan jenis olahraga yang bisa menguatkan jantung serta meningkatkan metabolisme," kata dia. Satu riset telah membuktikan, lari bisa membantu menguatkan kesehatan tulang. Meski hanya merupakan studi kecil, namun terungkap stres yang ditimbulkan karena aktivitas fisik yang menahan berat seperti lari dapat melindungi tulang lebih baik. 

Hal itu jika dibandingkan dengan aktivitas fisik tanpa menahan berat seperti bersepeda. Lari juga merupakan aktivitas fisik yang -relatif, tak memerlukan uang. Kamu hanya membutuhkan sepasang sepatu agar bisa berlari. Jadi, lari bisa menjadi pilihan cerdas. Bukan begitu? 

"Lari juga bisa dilakukan secara alami. Kamu tinggal melangkah saja," kata Swan. Nah, bersepeda memang tidak membutuhkan skill khusus, kecuali kamu bersepeda di luar ruangan. Tetapi, lari juga bisa dengan mudah disisipkan ke dalam aktivitas harianmu, di mana pun kamu berada. Jika kamu sedang bepergian, lari juga menjadi pilihan olahraga yang sangat praktis. Kamu hanya tinggal memakai sepatumu dan berlari. 

Namun, lari seringkali dikaitkan dengan risiko cedera, seperti patah tulang kering, retak tulang, sakit lutut, dan lainnya. Karena lari merupakan aktivitas berdampak tinggi (high-impact activity), maka penting untuk memperhatikan kondisi tubuhmu, sehingga cedera bisa dihindari. 

Trainer tersertifikasi NASM, sekaligus instruktur Peloton Bike and Tread, Olivia Amato mengungkapkan pandangannya. Menurut dia, salah satu manfaat bersepeda adalah dampak yang tidak terlalu besar terhadap sendi. Sehingga, bersepeda bisa menjadi pilihan olahraga yang tepat bagi yang baru memulai olahraga. 

Jika kamu memiliki lutut yang cedera atau harus menghindari olahraga high impact, kamu bisa memilih olahraga sepeda sebagai pengganti kardio high impact, seperti lari. Meski merupakan kardio low impact, namun bersepeda juga bisa membakar kalori dan memberikan manfaat kardio yang sama. Bersepeda bisa membakar sebanyak 498-738 kalori dalam satu jam. Selain itu, Swan menjelaskan, bersepeda bisa membantu membangun otot terutama otot kaki. 

Sebab, ketika bersepeda kita akan bekerja melawan resistensi dan menggunakan glute serta quad untuk memacu kecepatan. Manfaat lainnya dari bersepeda adalah kita bisa melakukan banyak hal sambil bersepeda. Misalnya, pergi ke kantor, swalayan, atau tempat lainnya. Penelitian ilmiah pun menunjukkan beragam manfaat olahraga ini terhadap kesehatan. 

Sebuah studi besar mengaitkan aktivitas bersepeda ke tempat kerja dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyebab kematian secara umum. Dengan kata lain, bersepeda juga bisa membantu kita untuk hidup lebih lama. Namun, salah satu hal negatif dari bersepeda adalah biaya. 

Bersepeda bukanlah olahraga gratis. Jika ingin mengikuti kelas bersepeda, kamu harus rela mengeluarkan uang yang tidak murah. Sementara jika ingin bersepeda di luar ruangan, kamu juga membutuhkan sepeda yang mumpuni. Jadi, jika biaya adalah salah satu pertimbangan utamamu, sepeda bukanlah opsi yang tepat. 

Mana lebih baik? 

Faktor krusial yang harus dipertimbangkan ketika memilih jenis olahraga adalah, kamu harus memilih olahraga yang membuatmu bahagia dan bisa dilakukan secara berkelanjutan. Jadi, jika kamu mencoba lari namun tidak merasa suka dengan olahraga tersebut, kamu bisa mencoba bersepeda atau bahkan jenis olahraga lainnya. 

Apa pun yang kamu pilih, kamu akan mendapatkan latihan kardio yang luar biasa. Faktanya, sebuah penelitian menemukan, jika kita bekerja pada upaya yang sama (khususnya dengan persentase VO2Max yang sama), kita akan mendapatkan peningkatan daya tahan yang sama dari berlari maupun bersepeda. Dua jenis olahraga tersebut juga mampu membakar kalori dalam jumlah yang sama-sama signifikan. 

Menurut American College of Sports Medicine, lari umumnya membakar 566-839 kalori per jam, sementara bersepeda dengan kecepatan tinggi bisa membakar 498-738 kalori per jam. Selain itu, hal penting lainnya agar rutinitas olahragamu berkelangsungan adalah mulailah dengan perlahan. 

"Jangan berpikir kamu akan langsung bisa lari lima kilometer dalam satu hari. Kamu mungkin baru bisa berlari jarak pendek ketika memulai," kata Swan. Bangunlah ketahanan tubuhmu, dan terus menerus meningkatkan jumlah langkah. 

Jika tidak, bisa jadi kamu justru membenci olahraga tersebut karena menganggapnya terlalu berat dan pada akhirnya berhenti melakukannya. "Tahapan tersulit sebetulnya adalah memulai," kata Amato. Banggalah pada dirimu sendiri, karena sudah memulai olahraga. Sebab, hal itu adalah langkah yang penting. 

"Tak peduli di mana kamu memulai, perkembangan akan datang bersama dengan waktu dan usaha," tambah dia. Jadi kesimpulannya adalah, baik lari maupun bersepeda menawarkan manfaat kardiovaskular dan pembakaran energi yang sama. Pilihlah olahraga yang kamu suka dan sesuai dengan gaya hidupmu.


Sumber :

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/02/15/060000720/lari-vs-sepeda-mana-yang-lebih-baik-?page=all.

Manfaat Jalan Kaki

8 Manfaat Jalan Kaki di Pagi Hari untuk Kesehatan 23/09/2023 Berjalan kaki secara rutin sangat bermanfaat untuk kesehatan, seperti untuk men...

Related Posts