Monday, June 20, 2022

Diet Air Putih

Diet Air Putih Diyakini Bikin Cepat Kurus, Begini Aturannya

Diet air putih adalah metode diet yang dilakukan hanya dengan mengkonsumsi air putih. Orang yang menjalani diet ini tidak mengkonsumsi makanan atau minuman lain selain air putih.

Diet yang disebut juga sebagai water fasting ini akhir-akhir ini sangat populer. Sebab, dipercaya sangat baik untuk kesehatan tubuh hingga lebih cepat menurunkan berat badan.


Manfaat Diet Air Putih

Selain menurunkan berat badan, diet air putih ini memiliki berbagai manfaat lainnya. Berikut manfaat diet air putih yang dikutip dari Healthline:

  • Membantu menurunkan tekanan darah
  • Meningkatkan sensitivitas insulin dan leptin
  • Menurunkan risiko beberapa penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker
  • Memicu autophagy, sebuah proses saat tubuh memecah dan mendaur ulang bagian sel yang lama atau berbahaya


Bahaya Menjalani Diet Air Putih

Meski banyak manfaatnya, diet air putih ini juga bisa berbahaya untuk tubuh. Ini bisa terjadi jika diet air putih dilakukan terlalu lama tanpa adanya pengawasan dari tim medis atau dokter. Diet ini bisa menyebabkan:

  • Kekurangan gizi
  • Dehidrasi
  • Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah mendadak)


Bagaimana Cara Melakukan Diet Air Putih yang Aman?

Sampai saat ini belum ada aturan yang pasti tentang cara melakukan diet air putih yang tepat. Tetapi, ada beberapa fase atau tahapan yang bisa diikuti yaitu:


Fase Pradiet

Jika belum pernah melakukan diet air putih sebelumnya, harus mempersiapkan diri 3-4 haru sebelumnya. Misalnya dengan makan dengan porsi yang kecil atau melakukan puasa beberapa jam dalam sehari.


Fase Diet (24-72 jam)

Saat diet air putih berlangsung, dianjurkan minum 2-3 liter air putih per hari. Diet ini bisa dilakukan selama 24-72 jam dan tidak dianjurkan dilakukan lebih dari jangka waktu tersebut.

Selain itu, dianjurkan untuk menghindari aktivitas yang memerlukan fokus penuh seperti mengemudikan kendaraan atau alat berat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau cedera.


Fase Pasca Diet

Jika diet air putih sudah selesai, disarankan untuk mengkonsumsi makanan kecil atau jus. Kemudian, secara perlahan bisa meningkatkan jumlah asupan makanan. Ini dilakukan untuk mencegah refeeding syndrome atau kondisi fatal saat tubuh mengalami perubahan cairan dan elektrolit.

Fase pasca diet ini normalnya berlangsung dalam sehari. Tetapi, semakin lama durasi diet air putih yang dijalani, semakin lama juga waktu yang dibutuhkan tubuh untuk beradaptasi sebelum bisa mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar.

Namun, perlu diingat diet air putih ini tergolong berat, sehingga tidak semua orang boleh dan bisa menjalani diet ini. Diet air putih ini juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan orang yang mengidap penyakit tertentu seperti gagal ginjal, asam urat, maag, atau gangguan makan.


Sumber :

https://health.detik.com/diet/d-6138052/diet-air-putih-diyakini-bikin-cepat-kurus-begini-aturannya.

Sunday, June 5, 2022

Jumlah Langkah per Hari untuk Turunkan Berat Badan

Berapa banyak jumlah langkah per hari yang dapat turunkan berat badan?


Di era kemajuan teknologi saat ini, Anda dapat dengan mudah melacak berapa banyak langkah yang telah Anda lakukan dalam sehari hanya menggunakan ponsel atau jam tangan pintar. Hal ini akan berdampak baik bagi kesehatan serta dapat berguna bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan.

Pasalnya, berjalan setiap hari dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta persendian yang kaku. Berjalan secara konsisten juga dapat membantu menurunkan berat badan.

Mengutip Popsugar pada Minggu, Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan 150 menit dalam seminggu untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit dalam seminggu untuk aktivitas intensitas tinggi.

Dengan kata lain, idealnya, Anda harus aktif selama 30 menit per hari selama lima hari dalam seminggu.

Untuk manfaat kesehatan tambahan, CDC merekomendasikan untuk menyesuaikan hingga 300 menit dalam seminggu dengan intensitas sedang atau 150 menit seminggu dengan intensitas tinggi.

Lalu, berapa banyak langkah yang harus Anda lakukan dalam sehari untuk dapat menurunkan berat badan?

Laura Arndt, personal trainer bersertifikat NSCA yang juga merupakan CEO Matriac, aplikasi kesehatan serta kebugaran untuk ibu, mengatakan bahwa jalan cepat 30 menit berarti antara 3.000 hingga 5.000 langkah, tergantung kecepatan serta gaya berjalan mereka. Arndt sendiri merekomendasikan supaya kliennya menargetkan 10.000 langkah dalam sehari.

Rata-rata, seseorang dapat membakar 100 kalori dengan berjalan satu mil. Berjalan 10.000 langkah sama dengan berjalan sejauh lima mil. Artinya, seseorang dapat membakar sekitar 500 kalori dari menyelesaikan 10.000 langkah penuh sehari.

Tetapi, Arndt menegaskan bahwa 10.000 langkah dalam sehari bukan target yang realistis untuk dicapai semua orang.
 
“Hal terbaik yang harus dilakukan ialah minta seseorang memakai pelacak kebugaran selama seminggu, melihat jumlah rata-rata langkah mereka selama seminggu, serta minta mereka untuk meningkatkan jumlah langkah mereka sebesar 10 persen,” kata Arndt.

Jika Anda secara khusus ingin menurunkan berat badan, Pakar bedah bariatrik di Khalili Center Gregg Kai Nishi, MD, FACS, mengatakan, intensitas aktivitas fisik juga memainkan peran penting.

“Berjalan 10.000 langkah yang sangat lambat mungkin tidak cukup untuk benar-benar menghasilkan penurunan berat badan. Sebaliknya, berjalan sangat cepat, bahkan jika kurang dari 10.000 langkah, mungkin jauh lebih bermanfaat dalam hal penurunan berat badan,” katanya.

Gregg juga mengatakan bahwa selain melihat jumlah langkah dalam sehari, Anda juga dapat melakukan latihan otot. Menurutnya, latihan otot bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme, membakar kalori, serta membantu menurunkan berat badan.

Dia pun mendorong untuk memulai atau melanjutkan rutinitas latihan otot minimal dua hari seminggu termasuk angkat beban maupun aktivitas lainnya seperti yoga atau kelas bootcamp.


Sumber :
https://portalsidoarjo.com/2022/06/05/berapa-banyak-jumlah-langkah-per-hari-yang-dapat-turunkan-berat-badan-infomenarik.html

Monday, February 21, 2022

Mengecilkan Perut Buncit pada Wanita

5 Cara Mengecilkan Perut Buncit pada Wanita

  

Penting untuk mengetahui cara mengecilkan perut buncit pada wanita. Pasalnya, memiliki perut buncit tidak hanya dapat menurunkan rasa percaya diri, tetapi juga berpotensi tinggi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Sebagian besar wanita biasanya mengalami peningkatan lemak di perut seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause. Hal ini diduga disebabkan oleh penurunan kadar hormon estrogen yang dapat memengaruhi penyebaran lemak di dalam tubuh.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa penumpukan lemak di dalam perut atau perut buncit bisa sangat berbahaya bagi kesehatan, sekalipun berat badan normal atau bahkan kurus.

Orang yang memiliki lemak berlebih di perut diketahui lebih berisiko tinggi terkena berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, peningkatan kolesterol, gangguan pernapasan, bahkan kematian dini akibat penyakit kardiovaskular.


Bagi para wanita, berikut adalah beberapa cara mengecilkan perut buncit yang bisa diterapkan:

1. Konsumsi makanan tinggi serat larut dan protein

Salah satu cara mengecilkan perut buncit pada wanita yang paling efektif dan sering direkomendasikan adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat larut dan protein. Beberapa riset telah menunjukkan bahwa serat larut dapat memperlambat penyerapan makanan, sehingga Anda bisa merasa kenyang lebih lama.

Selain itu, serat larut juga dapat menurunkan jumlah kalori yang diserap oleh tubuh dan mencegah penambahan lemak di perut. Jadi, upayakan untuk mengonsumsi makanan berserat tinggi setiap hari, seperti alpukat, kacang-kacangan, brokoli, wortel, apel, jambu, dan oat.

Sementara itu, protein juga berperan penting untuk membantu mengecilkan perut buncit. Hal ini dibuktikan oleh beberapa riset yang menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak protein cenderung memiliki lebih sedikit lemak perut daripada yang tidak.

Asupan protein yang tinggi mampu meningkatkan metabolisme dan membantu Anda mengontrol nafsu makan. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memasukkan sumber protein yang baik dalam menu makan harian Anda, seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, produk susu, protein whey, dan kacang-kacangan.


2. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak trans, karbohidrat, dan gula

Cara mengecilkan perut buncit pada wanita selanjutnya adalah menghindari makanan yang tinggi lemak trans, karbohidrat, dan gula.

Ini didukung oleh beberapa riset yang telah mengaitkan asupan lemak trans yang tinggi dengan peningkatan lemak di perut. Jadi, sebaiknya jauhi produk makanan yang mengandung banyak lemak trans, seperti gorengan, fast food, dan kue kering.

Tak hanya lemak trans, mengurangi asupan karbohidrat olahan juga dinilai sebagai cara efektif untuk menghilangkan lemak di tubuh, termasuk lemak perut. Anda bisa mengganti karbohidrat olahan dengan sumber karbohidrat yang sehat dalam menu makan harian Anda, seperti pisang, ubi jalar, jeruk, apel, blueberry.

Selain itu, asupan gula berlebihan juga merupakan salah satu penyebab utama peningkatan lemak di perut, sehingga perut terlihat buncit. Oleh karena itu, batasi makanan atau minuman olahan yang tinggi gula tambahan, seperi cokelat, permen, es krim, dan minuman bersoda.


3. Batasi minuman beralkohol

Bukan rahasia lagi bahwa mengonsumsi minuman alkohol yang berlebihan bisa membahayakan kesehatan tubuh. Beberapa riset menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan penumpukan lemak berlebih, terutama di perut dan meningkatkan risiko obesitas.


4. Lakukan olahraga secara rutin

Olahraga teratur memiliki peran penting untuk meningkatkan metabolisme tubuh, agar tubuh lebih banyak membakar lemak, termasuk lemak di perut. Jika dilakukan secara rutin, olahraga bisa menjadi cara efektif untuk mengecilkan perut buncit pada wanita dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Jenis olahraga yang telah terbukti berpengaruh besar terhadap penurunan lemak perut adalah latihan angkat beban dan latihan aerobik, seperti berjalan, berlari, atau berenang. Agar hasilnya bisa maksimal, lakukanlah olahraga tersebut secara konsisten setidaknya sekitar 75ꟷ150 menit seminggu, dan tingkatkan terus frekuensi serta intensitasnya setiap 2ꟷ3 minggu.


5. Kelola stres dengan baik dan istirahat yang cukup

Stres sering dikaitkan sebagai salah satu penyebab perut buncit. Saat Anda stres, terutama stres berat, akan memicu pelepasan hormon stres secara berlebihan. Kadar hormon stres yang tinggi dapat berpengaruh terhadap peningkatan nafsu makan dan penurunan kualitas tidur yang bisa memicu penumpukan lemak di perut.

Untuk membantu mengelola stres dengan baik, Anda bisa melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan dan menangkan, termasuk yoga atau meditasi. Setelah itu, pastikan untuk tidur yang cukup dan berkualitas, minimal 7 jam setiap malam.

Bagi wanita, ukuran pinggang yang ideal adalah tidak lebih dari 88 cm. Jika lebih, itu berarti menunjukkan tingkat konsentrasi lemak perut yang tidak sehat dan risiko masalah kesehatan yang lebih besar.

Berbagai cara mengecilkan perut buncit pada wanita yang telah disebutkan di atas mungkin bisa sangat membantu Anda. Namun, dibutuhkan usaha dan ketekunan dalam menjalaninya.

Jadi, untuk mengecilkan perut buncit sekaligus mencegahnya muncul kembali, lakukanlah berbagai cara di atas secara konsisten. Bila perlu, Anda bisa konsultasi dulu dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat mengenai cara mengecilkan perut buncit pada wanita, sesuai kondisi kesehatan Anda.


Terakhir diperbarui: 15 Juni 2021

Ditinjau oleh: dr. Rizki Tamin


Sumber :

https://www.alodokter.com/5-cara-mengecilkan-perut-buncit-pada-wanita

Wednesday, January 12, 2022

Cara Mudah Mengecilkan Perut dengan Berjalan Kaki

Cara Mudah Mengecilkan Perut dengan Berjalan Kaki

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memiliki kondisi tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, menjaga asupan makanan yang kamu konsumsi setiap harinya, dan juga lakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara rutin. Selain menjauhkan dari penyakit, rutin berolahraga juga membuat penampilan fisik menjadi lebih baik.

Salah satu hal yang umumnya dialami oleh orang yang jarang melakukan olahraga adalah perut yang buncit. Banyak olahraga ringan yang bisa dilakukan untuk mengecilkan perut yang buncit, salah satunya dengan berjalan kaki. Dilansir dari Mayo Clinic, rutin berjalan kaki dapat menghindari kamu dari gangguan kesehatan dan meningkatkan kekuatan otot, termasuk otot perut.


Berjalan Kaki dapat Kecilkan Perut

Dilansir dari Healthline, rutin melakukan berjalan kaki dapat mengecilkan lingkar perut yang kamu miliki. Faktanya, pria dengan lingkar pinggang lebih dari 102 cm memiliki kondisi obesitas dan dianggap rentan dengan berbagai gangguan kesehatan. Begitu juga dengan wanita yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 88 cm memiliki risiko yang serupa.

Jadi, tidak ada salahnya rutin untuk lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki yang dianggap sebagai salah satu olahraga yang bisa dilakukan oleh siapa pun dan dimana saja. Tidak ada salahnya untuk lakukan berjalan kaki minimal 30-60 menit setiap harinya agar kamu mendapatkan hasil yang optimal.

Dilansir dari Harvard Medical School, kegiatan berjalan kaki dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, termasuk saat akan berangkat menuju kantor. Jadikan kegiatan berjalan kaki sebagai bagian dari kehidupan kamu sehari-hari.

Melakukan olahraga jalan kaki menjadi salah satu olahraga yang paling minim persiapannya. Kamu hanya membutuhkan persiapan sepatu yang nyaman untuk melakukan kegiatan ini. Gunakan sepatu yang nyaman saat berjalan kaki agar kamu tidak mengalami cedera. 

Saat berjalan kaki, pastikan badan berdiri tegak, otot punggung dan bokong bekerja lebih kuat sehingga kamu bisa berjalan lebih cepat untuk membakar lebih banyak kalori. Aturan berdiri tegak yang tepat adalah posisi punggung lurus, telinga, bahu, dan pinggul sejajar.

Buat lekukan pada tangan hingga membentuk sudut 90 derajat, kemudian gerakkan kedua tangan ke depan dan ke belakang. Hal ini meningkatkan kecepatan kamu berjalan dan akan membakar lebih banyak kalori.


Manfaat Lain dari Berjalan Kaki

Rutin melakukan berjalan kaki tidak hanya dapat mengecilkan perut, namun juga berdampak positif pada kesehatan kamu. Berikut ini manfaat lain dari berjalan kaki yang perlu diketahui.

Dilansir dari Better Health, rutin berjalan kaki dapat menurunkan risiko penyakit jantung maupun penyakit stroke. Selain itu, berjalan kaki juga memperkuat kondisi tulang agar terhindar dari cedera yang dapat terjadi.

Dilansir dari situs halaman Prevention, rutin melakukan olahraga berjalan kaki dapat meningkatkan kondisi kesehatan pencernaan. Studi yang ditulis dalam Journal of Experimental Psychology, Learning, Memory, and Cognition juga mengungkapkan rutin berjalan kaki memicu kreativitas seseorang.

Jadi, tunggu apa lagi? Lakukan jalan kaki secara rutin di sekitar rumah maupun di kantor. Jangan lupa untuk tetap penuhi cairan agar tubuh terhidrasi dengan baik dan kesehatan tetap terjaga. 


Sumber :

https://www.halodoc.com/artikel/cara-mudah-mengecilkan-perut-dengan-berjalan-kaki

Wednesday, January 5, 2022

Jumlah Kalori 10 Kuliner Indonesia

Diet? Ketahui Jumlah Kalori 10 Kuliner Indonesia Terpopuler

Kebutuhan kalori setiap manusia berbeda-beda. Kebutuhan kalori tergantung usia, aktivitas, dan berat badan.

Walau begitu tidak ada salahnya bagi kamu untuk mengetahui jumlah kalori yang terkandung dalam makanan. Tujuannya tak lain untuk mencegah jumlah kalori yang berlebih sehingga menumpuk di dalam tubuh.

Berikut ini informasi jumlah kalori 10 hidangan Indonesia yang wajib kamu ketahui: 


1. Pempek

Seporsi pempek yang terbuat dari tepung sagu, telur, dan minyak mengandung sekitar 240-380 kalori.


2. Gado-Gado

Menu lontong dan sayur-mayur yang disiram bumbu kacang ini mengandung sekitar 488 kalori. Gado-gado mengandung banyak jenis nutrisi di dalamnya.


3. Bakso

Semangkuk bakso daging sapi dengan mie dan pelengkap lainnya mengandung sekitar 325 kalori. Walaupun kalorinya terbilang rendah, jumlah lemak dalam bakso tinggi, lho. Jadi, tetap perhatikan porsimu ya.


4. Nasi Soto Ayam

Semangkuk nasi dengan soto yang ditaburi daging ayam, bihun, dan telur mengandung sekitar 596 kalori. Triknya, kurangi porsi nasi agar tidak terlalu banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh.


5. Mie Instan

Sebungkus mie instan mengandung sekitar 350-400 kalori. Namun hati-hati, jika kamu makan dua bungkus mie instan sekaligus, ditambah telur dan nasi, ini berbahaya! Karena, kamu dapat mengkonsumsi total 900-1000 kalori.


6. Nasi Campur

Nasi campur di berbagai daerah Indonesia yang bervariasi isinya. Jumlah kalori yang umum ditemukan pada nasi campur adalah sekitar 680 kalori. Nasi campur yang terdiri dari berbagai macam lauk dan sayuran, gizinya dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh.


7. Nasi Goreng

Makanan yang didominasi oleh nasi, daging, telur, dan minyak goreng ini memiliki kalori yang terbilang tinggi, yaitu sekitar 740 kalori! Hindari makan nasi goreng di malam hari agar dietmu berhasil, ya!


8. Nasi Rawon

Nasi rawon mengandung sekitar 680 kalori per porsinya, yang didapat dari daging dan nasi. Ini belum termasuk dengan lauk pendamping rawon seperti tempe goreng, telur asin, dan kerupuk udang.

Menu yang didominasi oleh nasi, sayuran dan bumbu pecel ini mengandung sekitar 496 kalori. Tapi kamu tetap harus mengawasi jumlah kalori pada lauk tambahan seperti tempe, telur, dan dadar jagung yang belum termasuk dalam jumlah kalori tadi.


10. Sate Ayam

Seporsi sate ayam yang berisi 10 tusuk sate dan lontong dengan bumbu kacang atau kecap mengandung 681 kalori. Agar tetap ramping, cukup makan 5-6 tusuk sate saja per porsinya dan hindari terlalu banyak mengonsumsi lontong.


Sumber :

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/2347986/diet-ketahui-jumlah-kalori-10-kuliner-indonesia-terpopuler#:~:text=Semangkuk%20bakso%20daging%20sapi%20dengan,Jadi%2C%20tetap%20perhatikan%20porsimu%20ya.

Turun Berat Badan dengan Jalan Kaki

Turun Berat Badan Hanya dengan Jalan Kaki? Ini Rahasianya

Apakah Anda ingin mengurangi berat badan tapi tidak suka olahraga berat, seperti lari. Tenang saja, nyatanya jalan kaki juga membantu menurunkan berat badan asalkan Anda lakukan dengan teknik yang benar.

Jalan kaki merupakan olahraga kardio yang baik untuk membantu menurunkan berat badan. Namun, kondisi ini akan sangat bergantung pada seberapa lama durasi dan seberapa besar intensitas yang Anda lakukan selama berjalan kaki.

Sebuah studi dalam Journal of Exercise Nutrition & Biochemistry (2014) melakukan pengujian pada wanita obesitas yang berjalan kaki.

Pengujian ini menemukan bahwa wanita yang jalan kaki tiga hari per minggu selama 50–70 menit mampu menurunkan berat badan sekitar 2,7 kg selama 12 minggu. Berjalan kaki mungkin bisa menurunkan berat badan, tetapi hal ini akan lebih efektif dengan mengombinasikan olahraga dan pengurangan asupan kalori harian.

Studi selama 12 minggu dalam Journal of Nutrition (2017) menemukan bahwa membatasi asupan kalori yang dibarengi dengan jalan kaki dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak berat badan daripada melakukan diet saja.

Orang dengan obesitas yang membatasi asupan 500–800 kalori per hari dan berjalan kaki tiga jam per minggu mampu menurunkan sekitar 8,8 kg berat badan. Hasil ini terbilang lebih banyak 8% ketimbang orang yang mengurangi kalori tanpa olahraga yang hanya menurunkan 7 kg berat badan saja.


5 Jenis Olahraga yang Dianjurkan Bagi Orang yang Badannya Gemuk

Olahraga adalah kebutuhan setiap orang, apalagi untuk orang yang kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Olahraga merupakan kunci penting untuk menurunkan berat badan. Mengatur pola makan saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan secara sehat. Maka itu, olahraga untuk obesitas tidak boleh sampai terlewat. Namun, apa jenis olahraga yang tepat untuk orang yang kelebihan berat […]


Tips olahraga jalan kaki untuk menurunkan berat badan

Olahraga jalan kaki memerlukan teknik yang berbeda ketimbang jalan kaki biasa alias strolling. Jalan kaki biasa dilakukan dalam kecepatan normal, misalnya saat Anda berjalan-jalan di pusat perbelanjaan atau sedang menuju ke suatu tempat.

Kebiasaan jalan kaki ini umumnya Anda lakukan dengan kecepatan di bawah 4,8 km/jam atau 13 menit untuk menempuh jarak satu kilometer. Sementara untuk mendapatkan manfaat jalan kaki untuk menurunkan berat badan, Anda perlu meningkatkan kecepatan dan intensitas selama latihan.

Hal ini dapat Anda peroleh melalui sejumlah teknik olahraga jalan cepat, termasuk brisk walking dan power walking. Untuk mengetahui perbedaan teknik, kecepatan, dan jumlah kalori yang terbakar sesuai dengan berat badan, Anda bisa simak dalam penjelasan di bawah ini.


1. Brisk walking

Brisk walking memiliki intensitas lebih tinggi daripada berjalan kaki biasa. Anda perlu berjalan dengan kecepatan 6,4 km per jam atau selama 11 menit untuk menempuh jarak satu kilometer.

Meningkatnya kecepatan selama brisk walking juga membuat detak jantung Anda mengalami peningkatan hingga 60% dari detak jantung maksimal. Pada kondisi inilah jalan kaki mulai membakar kalori dan menurunkan berat badan Anda.

Menurut Harvard Health, brisk walking mampu membakar sekitar 133 kalori pada orang berbobot 70 kg dan 159 kg pada orang berbobot 84 kg selama 30 menit.


2. Power walking

Saat melakukan power walking, Anda perlu berjalan kaki lebih cepat berkisar 5,6 km per jam atau berjalan selama 9 menit untuk menempuh jarak satu kilometer. Power walking mengharuskan Anda jalan kaki dengan langkah lebih panjang dari biasanya.

Untuk menambah intensitas latihan, ayunkan kedua lengan mengikuti irama kaki. Pastikan punggung Anda tetap tegak sambil menahan otot-otot perut saat berjalan. Olahraga jalan kaki selama 30 menit ini membakar 175 kalori pada orang berbobot 70 kg dan 189 kalori pada orang berbobot 84 kg yang dapat menurunkan berat badan.

Untuk menghitung kecepatan jalan kaki dan kalori yang terbakar, Anda bisa menggunakan jam tangan olahraga atau aplikasi yang ada di ponsel Anda.


Perbedaan Jalan Kaki atau Lari, Manakah Olahraga yang Lebih Sehat?

Olahraga jalan kaki atau lari? Mungkin hal ini sering diperdebatkan oleh banyak pecinta olahraga kardio. Jalan kaki atau lari adalah olahraga kardio yang sangat baik, karena kedua aktivitas fisik ini adalah cara yang efektif untuk membuat tubuh Anda tetap sehat dan bugar. Kedua olahraga ini bisa menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan mood, menaikkan tingkat […]


Manfaat lain jika rutin olahraga jalan kaki

Para pakar kesehatan telah menyepakati bahwa jalan kaki merupakan latihan kardio yang sangat menguntungkan kesehatan tubuh secara umum.

Apabila Anda melakukannya secara rutin, olahraga jalan kaki dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, antara lain:

  • obesitas,
  • kolesterol tinggi,
  • gula darah tinggi dan diabetes,
  • ketidakseimbangan hormon,
  • tekanan darah tinggi (hipertensi),
  • gejala-gejala PMS,
  • penyakit jantung dan penyakit arteri koroner,
  • penyakit radang sendi (arthritis),
  • lemas dan kurang berenergi,
  • gangguan kelenjar tiroid,
  • gangguan kecemasan dan depresi, hingga
  • demensia, penyakit Alzheimer, dan gangguan fungsi kognitif lainnya.


Hal yang perlu diperhatikan saat berjalan kaki

Setiap orang memiliki tubuh yang berbeda satu sama lain. Anda juga mungkin memiliki tujuan tersendiri saat berolahraga jalan kaki untuk menurunkan berat badan. Namun untuk hasil yang maksimal, Anda sebaiknya melakukan olahraga jalan kaki secara rutin atau sekurang-kurangnya 3–4 kali dalam seminggu.

Untuk memaksimalkan manfaat yang Anda peroleh, pastikan untuk mengenakan pakaian dan sepatu olahraga yang nyaman sebelum berjalan kaki. Meski membantu penurunan berat badan, hindari berjalan kaki secara berlebihan atau di luar batas kemampuan fisik Anda. Hal ini bisa meningkatkan risiko cedera akibat kelelahan.

Apabila belum terbiasa berolahraga sebelumnya, jangan langsung berjalan kaki dengan jarak yang jauh atau durasi yang panjang. Secara bertahap, Anda bisa meningkatkan kecepatan dan durasi latihan hingga bisa berjalan kaki lebih lama.

Penting juga untuk menjaga keseimbangan antara olahraga dan asupan diet. Pastikan untuk mengatur asupan dan pola makan untuk menurunkan berat badan. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter atau pelatih olahraga Anda untuk mendapatkan saran dan solusi terbaik.


Sumber :

https://hellosehat.com/kebugaran/kardio/turun-berat-badan-dengan-jalan-kaki/

Sunday, November 14, 2021

4 Jenis Olahraga Saat Diet

4 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Diet


Agar diet berjalan dengan lancar, seseorang perlu menyeimbangi antara makan sehat dan olahraga. Olahraga merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Beberapa olahraga dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat karena mampu mempercepat proses metabolisme tubuh. Dengan metabolisme yang cepat, jumlah kalori yang terbakar juga akan semakin banyak, sehingga penurunan berat badan akan semakin cepat.

Perlu diketahui, diet disertai dengan berolahraga dapat memperbaiki mood, memperkuat tulang, dan mengurangi berbagai risiko penyakit kronis. Jenis olahraga memang sangatlah beragam.

Hanya saja, terdapat beberapa olahraga tertentu yang memiliki dampak untuk menurunkan berat badan saat diet. Saat sedang menjalankan program diet, pilihlah olahraga yang mampu membakar kalori dengan cepat.


1. Zumba

Zumba dilakukan dengan memadukan antara tarian serta olahraga. Olahraga ini sangat banyak membutuhkan tenaga yang mampu membakar kalori dalam jumlah besar. Pada umumnya, zumba dilakukan selama satu jam, olahraga ini mampu membakar 400 hingga 700 kalori.


2. Lari

Berlari sangat mudah dilakukan dan efektif dibanding olahraga lainnya. Berlari sejauh satu kilometer dapat membantu membakar 100 kalori. Lalu tambahan kilometer berikutnya dapat membakar kalori lebih banyak.


3. Tinju

Bertinju membutuhkan tenaga dan kekuatan dari seluruh tubuh. Olahraga ini dapat membakar sekitar 800-1000 kalori pada satu sesi yang jauh lebih tinggi dibanding olahraga lain. Selain itu, olahraga tinju juga mampu membakar lemak pada bagian bawah lengan.


4. Bersepeda

Saat diet, bersepeda juga tepat menjadi pilihan olahraga. Berseda dapat mengencangkan dan menggerakkan perut bagian bawah, cara ini berdampak pada seluruh tubuh yang membakar kalori dalam jumlah sangat tinggi.


Sumber :

https://www.liputan6.com/health/read/4679004/4-jenis-olahraga-yang-dapat-dilakukan-saat-diet

Manfaat Jalan Kaki

8 Manfaat Jalan Kaki di Pagi Hari untuk Kesehatan 23/09/2023 Berjalan kaki secara rutin sangat bermanfaat untuk kesehatan, seperti untuk men...

Related Posts